Ketika Riuhnya Istora Jadi Senjata Makan Tuan bagi Hafiz/Gloria

Tak perlu diragukan betapa riuhnya Istora ketika para atlet Indonesia turun arena. Situasi tersebut pun terjadi ketika ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, menghadapi wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, di babak kedua Indonesia Open 2019.

1563485845-ts4tk4oheg3vsz0vv8up.jpeg

Sempat mendapat perlawanan ketat di awal laga, Goh/Lai mampu menjauhkan keunggulan di interval gim pertama menjadi 11-8. Tanpa kesulitan berarti, pasangan ‘Negeri Jiran’ itu menutup gim pembuka dengan kemenangan 21-15.

Gim kedua berjalan lebih ketat di mana Hafiz/Faizal sempat unggul 11-10 saat interval sebelum dibalikkan Goh/Lai menjadi 14-13. Mulai dari sini, momentum pertandingan menjadi milik Goh/Lai lagi untuk memastikan kemenangan 21-18.

Bisa menuntaskan laga dengan straight game melawan wakil tuan rumah tentu prestasi tersendiri. Apalagi, Hafiz/Gloria merupakan unggulan keenam turnamen. Goh/Lai pun menuturkan kunci kemenangan mereka adalah bermain lepas dan menjadikan dukungan suporter lawan sebagai dorongan semangat.

“Kami bermain lebih konsisten dengan mencari banyak kesempatan untuk menyerang. Dan di gim kedua kami sangat percaya bisa mengakhiri pertandingan. Di sana kami bisa melakukan itu.” kata Goh saat ditemui di area mixed zone.

“Kami tidak terlalu memikirkannya (tekanan suporter) karena meskipun kita melawan pemain tuan rumah dan semua penonton yang hadir adalah pendukung Indonesia, kami merasa itu sebagai dorongan untuk melawan mereka,” tutur Lai menambahkan.

Selain faktor itu, keberhasilan kompatriot mereka di nomor ganda campuran menjadi motivasi tersendiri juga untuk menyegel tiket ke babak selanjutnya. Sebelumnya, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying sudah lebih dulu menjejak perempat final. 

 

Ketika Riuhnya Istora Jadi Senjata Makan Tuan bagi Hafiz/Gloria

Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie di Malaysia Terbuka. Foto: AFP/Roslan Rahman

Tak perlu diragukan betapa riuhnya Istora ketika para atlet Indonesia turun arena. Situasi tersebut pun terjadi ketika ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, menghadapi wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, di babak kedua Indonesia Open 2019.

Sempat mendapat perlawanan ketat di awal laga, Goh/Lai mampu menjauhkan keunggulan di interval gim pertama menjadi 11-8. Tanpa kesulitan berarti, pasangan ‘Negeri Jiran’ itu menutup gim pembuka dengan kemenangan 21-15.

 

Gim kedua berjalan lebih ketat di mana Hafiz/Faizal sempat unggul 11-10 saat interval sebelum dibalikkan Goh/Lai menjadi 14-13. Mulai dari sini, momentum pertandingan menjadi milik Goh/Lai lagi untuk memastikan kemenangan 21-18.

Hafiz Faizal (kanan) dan Gloria Emanuelle Widjaja saat pertandingan Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Kamis (18/7/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Bisa menuntaskan laga dengan straight game melawan wakil tuan rumah tentu prestasi tersendiri. Apalagi, Hafiz/Gloria merupakan unggulan keenam turnamen. Goh/Lai pun menuturkan kunci kemenangan mereka adalah bermain lepas dan menjadikan dukungan suporter lawan sebagai dorongan semangat.

“Kami bermain lebih konsisten dengan mencari banyak kesempatan untuk menyerang. Dan di gim kedua kami sangat percaya bisa mengakhiri pertandingan. Di sana kami bisa melakukan itu.” kata Goh saat ditemui di area mixed zone.

“Kami tidak terlalu memikirkannya (tekanan suporter) karena meskipun kita melawan pemain tuan rumah dan semua penonton yang hadir adalah pendukung Indonesia, kami merasa itu sebagai dorongan untuk melawan mereka,” tutur Lai menambahkan.

Selain faktor itu, keberhasilan kompatriot mereka di nomor ganda campuran menjadi motivasi tersendiri juga untuk menyegel tiket ke babak selanjutnya. Sebelumnya, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying sudah lebih dulu menjejak perempat final. 

“Ada tiga pasangan ganda campuran Malaysia di perempat final, jadi pastinya kami akan fokus untuk bisa memenangi pertandingan,” jelas Goh.

“Kami juga sangat bangga dengan raihan ini dan menjadi motivasi yang bagus untuk satu sama lainnya agar bisa bermain lebih bagus lagi,” sahut Lai.

Di perempat final nanti, Goh/Lai akan menghadapi wakil China, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, yang merupakan unggulan kedua di Indonesia Open 2019.

“Kami pernah melawan mereka beberapa kali dan kami saling mengalahkan satu sama lain. Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pertandingan selanjutnya,” pungkas Lai.

#Bulu Tangkis

#Sport

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

About Author
POJOK TREND
Mei 12, 2019, 7:00 AM - ~ Bang Oji - SEO Enthusiast ~
Mei 12, 2019, 6:04 PM - ~ Bang Oji - SEO Enthusiast ~
Mei 12, 2019, 5:57 PM - ~ Bang Oji - SEO Enthusiast ~